Translate

Senin, 12 Mei 2014

5 Kota di Dunia yang telah Ditinggalkan Penduduknya :



Banyak pulau pulau berpenghuni di dunia ini, namun ada juga pulau yang dulunya berpenghuni namun ada beberapa karena suatu hal pulau itu di tinggalkan oleh penghuninya. Apaja saja pulau itu? berikut
1. Pulau Hashima Jepang
Pulau Hashima adalah sebuah pulau kecil bebatuan yang hanya memiliki luas 15 acre yang terletak dilepas pantai Nagasaki Jepang. Pada masa jayanya pulau ini adalah pulau yang sangat penting dimana merupakan pusat utama pertambangan batubara di Jepang hampir seabad lamanya. Pulau ini berada diatas deposit batubara yang cukup besar.

Pada mulanya pulau ini dimiliki oleh sebuah keluarga penduduk setempat yang mulai menambang batu bara disana secara tradisional, lalu dibeli Mistubishi Corporation pada tahun 1890 dan mulai saat itu kejayaan Hashima dimulai.Karena letaknya yang cukup jauh sekitar 18 mil dari Nagasaki membuat Mitsubishi

membangun rumah-rumah buat para pekerjanya daripada harus menyediakan feri setiap hari pulang dan pergi untuk para pekerjanya. Sebuah apartement permanen dibangun dimana keluarga para pekerja mendiami sebuah kamar yang sempit dan harus berbagi kamar mandi dan dapur dengan keluarga lainnya.

Fasilitas pelengkap bagi daerah tersebut kemudian mulai dibangun seperti theater, praktik dokter, restoran dan bar, dan kota ini menjadi padat dan seluruh komplek dikota tersebut dihubungkan oleh terowongan bawah tanah, pada puncaknya di tahun 1959 pulau Hashima adalah kota yang paling padat

penduduknya dimuka bumi dimana dihuni oleh 5259 jiwa berarti 835 orang untuk area seluas 2.5 hektar.Tidak semua para pekerja di Hashima bekerja disana atas kemauan mereka sendiri, dimasa perang dunia ke-2 pemerintah Jepang memaksa para pekerja China dan Korea bekerja disana, Sekitar 122 dari 500 pekerja asal Korea meninggal disana antara tahun 1939-1945.

Setelah perang dunia ke-2 para pekerja di pulau tersebut mendapat berbagai macam kemewahan dan fasilitas seperti televisi dan radio dll.Namun pada bulan Januari 1974 dimana penggunaan minyak bumi sebagai sumber energy lebih banyak dipakai dibandingkan batu bara,

Mitsubishi Corp mengumumkan bahwa tambang tersebut akan ditutup, dan dibulan April tahun 1974 adalah saat dimana para penghuni terakhir pulau tersebut diangkut oleh feri meninggalkan pulau itu.


2. Centralia, Pennsylvania USA
Centralia adalah sebuah kota yang pada masa jayanya dihuni oleh 3000 jiwa yang berdiri sejak tahun 1866 akibat booming tambang batu bara yang terdapat di kota tersebut namun tambang tersebut juga yang membuat kota tersebut mengalami kehancuran.

Ditahun 2005 hanya 12 orang setelah sebelumnya ditahun 1981 masih dihuni 1000 orang akibat terbakarnya tambang di tahun 1962, kebakaran ini terjadi karena pembakaran sampah yang dilakukan oleh para pekerja yang secara tidak sengaja membuat cadangan batu bara yang ada dibawah kota tersebut

terbakar, hal ini membuat efek pusat cadangan batubara yang ada menjadi ikut terbakar dan sangat susah dipadamkan, semua teknik telah dilakukan dan biaya yang tak ternilai jumlahnya telah dikeluarkan namun tidak dapat memadamkan api pada kandungan batubara yang begitu besar.

Di tahun 1981 setelah 20 tahun api terus menyala, seorang anak terperosok kedalam sebuah lubang yang terbuka namun ia berhasil selamat dari lubang menganga sedalam 150m dengan berpegangan pada

akar, lubang ini mengeluarkan gas karbon monoksida yang beracun.Pemerintah federal mengeluarkan dana 42 juta dollar untuk memindahkan sisa penduduk yang masih bertahan di tahun 1982 dan secara resmi menutup kota tersebut, hanya 20 warga yang tinggal sebagai warga liar di bekas rumah yang dulunya

resmi milik mereka, jalur utama keluar dan masuk ke kota tersebut ditutup karena tanah-tanah disekitar kota tersebut terbuka dan mengeluarkan gas putih yang beracun. Dan hampir sebagian besar rumah dan bangunan tersebut terbakar oleh api.


3. Kadykchan, Rusia
Kadykchan adalah sebuah kota yang dibangun usai perang dunia ke-2 sebagai kota bagi para pekerja tambang batu bara dan keluarga mereka, ditahun 1996 6 orang pekerja tewas akibat ledakan dalam tambang batu bara tersebut dan untuk menghindari bahaya tambang tersebut ditutup dan 12.000 jiwa yang menghuni kota tersebut diungsikan yang membuat kota tersebut menjadi sunyi dan tak berpenghuni


4. Prypiat, Ukraina
Pada tanggal 26 April 1986 terjadi ledakan pada reaktor no 4 di reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl di Ukraina yang saat itu masih menjadi sebuah negara bagian dari Uni Sovyet. Kejadian

tersebut adalah kejadian terburuk sepanjang sejarah dalam proses pengolahan sumber daya nuklir menjadi tenaga listrik.Efek radiasi akibat dari ledakan tersebut menyebar keseluruh Ukraina dan menyebabkan ribuan orang tewas di Ukraina dan Rusia dan efek dari radiasi tersebut menyebar ke seluruh negara hingga tahun 2006.

Pemerintah Uni Sovyet mendapat kritikan keras karena tidak bergerak cepat untuk memperingatkan warganya tentang bahaya tersebut, walaupun begitu kota-kota terdekat dengan reaktor tersebut penduduknya dievakuasi dan menetapkan zona 18 mil sebagai zona eksklusif yang terlarang untuk dimasuki.

Prypiat adalah sebuah kota yang hanya berjarak 3 mil dari reaktor Chernobyl dan penduduknya sebagian besar adalah para pekerja di reaktor tersebut, sekitar 44.000 jiwa menghuni kota ini dan baru 60 jam setelah kejadian para penduduk kota tersebut di evakuasi Prypiat ditetapkan sebagai wilayah yang tidak aman untuk dihuni dan dibutuhkan waktu ratusan tahun hingga aman untuk dihuni oleh manusia.


5. Humberstone dan Santa Laura, Chili
Kota Humberstone di Chili berdiri tahun 1862 sebagai kantor pusat pertambangan nitrat La Palma. Pada tahun 1925 kota ini berubah namanya menjadi Humberstone diambil dari nama seorang manajer pertambangan

asal Inggris yang telah membuat kota kecil tersebut menjadi makmur.Baik Humberstone dan kota tetangganya Santa Laura mengalami booming dan kemakmuran karena produksi nitrat mereka, kedua kota ini jaya pada era tahun 30an dan 40an dimana selain merupakan pusat pertambangan juga merupakan pusat pengolahan nitrat

Nitrat pada masa itu merupakan unsur terpenting dalam proses pembuatan pupuk namun sejak akhir 30an industri juga sudah mulai membuat pengganti berupa nitrat sintetis yang lebih murah.Akibat semakin banyaknya produksi nitrat sintetis yang lebih murah membuat permintaan akan nitrat menurun

dan cepat atau lambat kejayaan kedua kota tersebut memudar, hingga akhirnya 3 dekade kemudian yakni di tahun 1961 secara resmi kantor pertambangan nitrat dikota tersebut ditutup.Yang tersisa dari kejayaan kedua kota tersebut hanyalah tumpukan pasir, gurun dan sekolah-sekolah serta museum yang telah ditinggalkan, sementara itu masih dapat dilihat hingga kini rumah-rumah para pekerja dan mesin-mesin pengolahan yang terdapat di pabrik-pabrik yang telah ditinggalkan.


Disana juga masih dijumpai Hotel Humberstone dengan fasilitas kolam renangnya yang telah kering air nya namun papan loncat nya masih tegak berdiri hingga kini.Di tahun 1970 pemerintah Chili menetapkan kedua kota tersebut sebagai monumen nasional, dan ditahun 2005 ditetapkan sebagai situs warisan budaya oleh UNESCO.

Sabtu, 03 Mei 2014

" KITA JELANG SYURGA BERSAMA "


Sejak kecil aku mengenalmu, karena kau tetangga dekatku,namun tak pernah terbayang engkau akan menjadi pendamping hidupku..
Sebenarnya engkau tak terlalu cantik, tapi lebih sulit untuk mengatakan engkau jelek,Biasa saja,engkau tak pernah memoleskan make-up di wajahmu, apalagi mengenakan perhiasan sebagaimana kebanyakan teman2mu..
Namun kesahajaan itulah yang mengusik hatiku, sehingga kuputuskan untuk memilihmu menjadi pendamping hidupku..
engkau yang sederhana, pintar dan tak banyak bicara, sungguh terlihat dewasa..
engkau bukan anak orang berpangkat, bukan pula keturunan ningrat,tapi aku tak peduli, yang kuutamakan bukan itu..
Tetapi raga yang selalu menutup aurat dan jiwa yang selalu mengutamakan akhirat..
Tekadku sudah bulat, kan ku pinang dirimu dalam waktu dekat..
Saat itu engkau baru lulus SMU..
Tak kusangka engaku menerima dengan kedua tangan terbuka..
Bahkan demi aku, engkau rela mengorbankan keinginanmu untuk mencicipi bangku kuliah..
Semua gurumu pun menyayangkan hal itu, karena menurut mereka engaku termasuk murid yang cerdas..
Tapi entah mengapa, engkau lebih memilih menjadi ibu rumah tangga saja..
Sujud syukurku kepada ALLAH, Alhamdulillah..
Semua serasa begitu mudah, dan kitapun menikah..
Saat itu usiaku 25 tahun, sedang usiamu baru 19 tahun,Memang masih terlalu muda untuk kalangan umum, tetapi engkau berani mengambil keputusan itu..
engkau berani mengakhiri lajangmu di usia sedini itu..
Akupun semakin kagum padamu..
Sejak menikah hingga kini, belum pernah engaku mengeluh tentang keadaan yang kita alami..
Padahal engkau tahu sendiri, penghasilanku yang tak seberapa, kadangkala tak seimbang antara pemasukan dan kebutuhan..
Sering kita harus menekan beberapa kebutuhan..
Sering kita harus menekan beberapa keinginan karena memang kita tak sanggup untuk menggapainya..
Namun tak pernah ku lihat kristal bening menetes dari pelupuk matamu karena itu..
Bahkan ketika engkau harus berhutang sekalipun..
Masih teringat pertama kali kita harungi bahtera ini di sebuah kontrakan mungil..
Sama sekali kita tak punya apa-apa, bahkan alas tidur pun tak ada Tapi engkau begitu cerdik..
Seonggok pakaian kita yang masih di dalam tas usangengkau keluarkan..
engkau lipat, kemudian engkau tumpuk dua hingga tiga pakaian, lalu engkau bariskan sedemikian rupa hingga menyerupai kasur..
Kemudian engkau bentangkan kerudung laksana seprei permadani menyelimuti " kasur" indah kita..
engkau tersenyum dan mempersilakan aku tidur..
Ku tatap wajahmu dengan genangan air mata haru..
Bersamamu, bergulirnya waktu terasa begitu cepat. Hari-hari berlalu selalu terasa indah..
Kekurangan materi yang menemani kita setiap hari, seakan bukan merupakan beban manakala kita senantiasa ikhlas menerima apa adanya..
Denganmu begitu banyak pelajaran yang telah ku petik..
Ketika setahun usia pernikahan kita, tujuh bulan sudah usia kehamilanmu..
Aku begitu panik ketika engkau tiba-tiba mengalami pendarahan, tapi engkau begitu tenang, tak gugup sedikitpun..
Padahal dari keningmu yang berkerut dan nafasmu yang tertahan, aku tahu kamu tengah menahan rasa sakit yang luar biasa..
Segera ku bawa ke bidan dan dia bilang ini tanda-tanda mau melahirkan..
Jam dua belas tengah malam, ketika semua insan terlelap dengan mimipi-mimpinya, anak pertama kita lahir..
Ah betapa bahagianya kita, ku cium keningmu berulang kali..
Ku dengar kau berbisik : Mas aku lapar..
Tersentak aku mendengarnya..
Ya, seharian tadi engkau sama sekali tidak memasak an tak makan karena sudah merasakan sakit sejak kemaren..
Sedangkan sore tadi aku hanya beli sebungkus nasi di warung dan ku lahap habis, sebab tadi kutawari kau tak mau..
Tak ada roti, tak ada jajanan, tak ada apapun untuk mengganjal perutmu..
Mau beli seluruh toko dan warung sudah pada tutup,Akhirnya, ku sodorkan segelas air putih yang di suguhkan bidan untukmu..
Dan engkau pun tak menuntut lebih dari itu..
Kembalimenggenang air mata di pelupuk mataku menyaksikan kebahagiaan yang tersirat di wajahmu..
Yah, bayi mungil kita tampak sehat dan kebahagiaan telah menjadikanmu lupa akan lapar dan dahaga..
Tahun berganti dan engkau tak pernah berubah..
Hampir sepuluh tahun kita bersama dalam kehidupan yang selalu sederhana, tapi kau tak pernah mengeluh..
engkau juga juga tak pernah menuntut dunia dariku, tak pernah minta ini dan itu sebagaimana para istri kebanyakan..
Beli pakaian saja, mungkin tiga atau empat tahun sekali..
Perhiasan..??
kau tak pernah mengenalnya..
Bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa hutang saja bagimu sudah lebih dari cukup..
Sungguh, aku beruntung sekali memilikimu,engkau sebenarnya perhiasan itu..
Semoga engkau selalu tegar mendampingiku, hingga kita jelang surga bersama-sama,Insya ALLAH,Aamiin..
Yaa ALLAH..
Mudahkanlah urusan orang yang Membaca status ini..
Dekatkanlah Rezekinya,Sehatkanlah jiwa raganya dan Mudahkanlah jodohnya untuk orang yang nge-Like dan nge-share Status Ini..
Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin..
Klik SUKA dan komentar AAMIIN lalu BAGIKAN dengan Ikhlas..!!

PENGHINAAN terhadap Quran di ARAB SAUDI


http://shoebat.com/2014/04/17/muslims-throw-qurans-sewers/
:::
Ketika media masih terfokus pada Jones, sumber-sumber yang diperoleh Shoebat.com melaporkan bahwa ternyata ada sejumlah orang-orang Muslim yang sudah merasa sangat bosan dan kesal dengan Quran, dan karena itu mereka memutuskan untuk membuangnya. Dari Saudi Arabia hingga Pakistan, ada sejumlah kasus dimana orang-orang Muslim telah membuang Quran ke keranjang sampah, bahkan ke pembuangan limbah setempat.
Ketika Pastor Terry Jones ditahan pada 11 September yang lalu dengan tuduhan mengangkut 3000 eksemplar Qur’an ke sebuah taman di Mulberry, dunia menjadi gempar karena ia telah merencanakan untuk membakar seluruh Quran-Quran itu. Dakwaan yang diajukan padanya adalah bahwa ia secara ilegal telah membawa bahan-bahan yang mudah terbakar, yaitu bensin beserta 3000 kopian kitab suci umat Muslim, yaitu Quran. Jones menerima hukuman masa percobaan selama 6 bulan dan dilarang untuk memasuki wilayah/kabupaten Polk.
Itu berarti, Jones tak akan bisa melaksanakan rencananya untuk membakar Quran pada tanggal 11 September 2014 nanti. Ketika media masih terfokus pada Jones, sumber-sumber yang diperoleh Shoebat.com melaporkan bahwa ternyata ada sejumlah Muslim yang sudah merasa sangat bosan dan kesal dengan Quran, dan karena itu mereka memutuskan untuk membuangnya. Dari Saudi Arabia hingga Pakistan, ada sejumlah kasus dimana orang-orang Muslim telah membuang Quran ke keranjang sampah, dan bahkan ke pembuangan limbah setempat. Ini terjadi di negara-negara yang dianggap negara Islam paling suci seperti Saudi Arabia. Tahun lalu, lebih kurang 1 ton Quran telah ditemukan dibuang di selokan yang ada di kota taef, Saudi Arabia. Tapi hanya segelintir mass media yang melaporkan kejadian ini.
Kisahnya dimulai ketika ada keberatan yang diajukan setelah seorang anak menemukan sebuah Quran dekan saluran pembuangan. Polisi Saudi kemudian melakukan investigasi dan menemukan tumpukan Quran yang sudah dipenuhi dengan tahi dan kotoran lainnya, memenuhi selokan. Pemerintah Saudi kemudian memompa keluar tumpukan material dan kotoran yang ada di selokan itu dan mulai merestorasi Quran-Quran yang mereka temukan.
Di Pakistan masalah yang mirip terjadi dimana berton-ton Quran telah ditemukan di pembuangan limbah setempat. Ketika seorang Amerika memutuskan untuk membakar Quran, maka mata seluruh dunia terfokus pada Amerika, tapi ketika di dunia Muslim berton-ton Quran telah tercampur dengan kotoran manusia, tak ada media yang peduli. Saya bertanya, mengapa.
Saat seorang pria memutuskan untuk membakar Quran di Amerika, hampir semua orang Amerika mengecamnya. Bahkan jutaan Muslim berdemonstrasi dan menyerukan kehancuran Amerika. Mereka juga tak lupa membawa spanduku-spanduku bertuliskan: “Seorang pria ingin membakar Quran kami maka semua negara Muslim akan menentangnya, wow...Amerika, benar-benar sebuah negara yang besar.”
Tapi mengapa hampir tak ada Muslim yang menyuarakan protes terhadap berton-ton Quran yang dibuang ke comberan dan telah bercampur dengan kotoran manusia?
Walid Shoebat\
http://buktidansaksi.com/blogs/1466/2014/04/Orang-Orang-Muslim-Membuang-Ratusan-Qur-an-Ke-Comberan-#.U2REt28nENo.facebook

SEBELUM TERLAMBAT

JAKARTA – Beberapa parpol yang telah menetapkan capresnya berdasarkan hasil survei popularitas yang dilakukan berbagai lembaga survei sebaiknya mempertimbangkan dan mengoreksi ulang para capres tersebut. Sedangkan parpol maupun koalisi parpol yang belum menetapkan capresnya diharapkan tidak mengikuti langkah menetapkan capres berdasarkan survei saja.

Hal tersebut disampaikan budayawan Radhar Panca Dahana dalam perbincangannya dengan wartawan di Jakarta, Kamis (1/5). Ia beralasan, kalau tidak dikoreksi maka bangsa Indonesia kedepannya akan memiliki presiden yang salah kaprah.

”Jangan sampai karena ulah parpol yang seperti ini, Indonesia harus mencatatkan sejarah kesalahan peradabannya di masa depan nanti. Bangsa ini tentunya tidak mau menetapkan capres hanya berdasarkan survei yang seperti pemilihan Indonesia Idol. Memangnya kita mau mempunyai presiden hanya sekedar popular ? Hanya berdasarkan sms yang masuk seperti Indonesia Idol?” lontar Radhar.

Menurutnya, Pilpres lebih dari sekedar itu, kemampuan capres, track rekord, integritas, kapabilitas dan sebagainya yang harus menjadi pertimbangan utama, ini supaya Indonesia tidak mengalami kesalahan peradaban.

”Mumpung belum terlambat dan pasangan capres cawapres belum didaftarkan ke KPU, kesalahan ini masih bisa diperbaiki. Parpol seharusnya sadar bahwa Pilpres bukan hanya sekedar pertaruhan politik menang kalah, tapi juga pertaruhan masa depan bangsa ini,” tegas Radhar.

Ia pun sependapat jika parpol yang menetapkan capres hanya berdasarkan survei, maka parpol itu sesungguhnya telah dibajak oleh lembaga survei itu sendiri. Menurutnya semua yang mengabsahkan proses pemilihan kepala negara sebagai proses pemilihan yang hanya mengedepankan kemenangan dengan hanya mempertimbangkan hasil survei, harus berpikir ulang.

”Sebab masa depan bangsa ini yang menjadi taruhannya. Untuk PDIP terutama yang sudah menetapkan capres populer versi lembaga survei, mumpung belum terlambat dan belum didaftarkan secara resmi maka sebaiknya pencapresan berdasarkan popularitas dan elaktabilitas semata harus dibatalkan. Jika tidak maka bisa dikatakan PDIP akan menjadi korban pembajakan pertama dari lembaga survei,” pungkas Radhar terus terang. (ind) www.indopos.co.id

Yang Terlupakan Dari Sosok Ayah


Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya..... Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa?
Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari, tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?
Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng, tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan seharian?
Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil...... Papa biasanya mengajari ‪#‎putri‬ kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu...
Kemudian Mama bilang : "Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya", Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka....
Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.
Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba. Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : "Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang." Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?
Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata : "Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!". Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.
Ketika kamu sudah beranjak remaja.... Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: "Tidak boleh!".
Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.
Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu... Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama.... Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?
Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia.... :') Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa ‪#‎cemburu‬?
Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir... Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut... Ketika melihat putri kecilnya pulang larut ‪#‎malam‬ hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?
"Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa"
Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti... Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa
Ketika kamu menjadi gadis dewasa.... Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain... Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi ‪#‎nasehat‬ ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati... Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.
Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata "Jaga dirimu baik-baik ya sayang". Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT... kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.
Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.
Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan... Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : "Tidak.... Tidak bisa!" Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan "Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu".
Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?
Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat "putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang"
Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin...
Karena Papa tahu..... Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti.
Dan akhirnya.... Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia....
Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa....
Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: "Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik.... Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik.... Bahagiakanlah ia bersama suaminya..."
Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk... Dengan rambut yang telah dan semakin memutih.... Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya....
Papa telah menyelesaikan tugasnya....
Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita...
Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat...
Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis...
Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. .
Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa "KAMU BISA" dalam segala hal.. http://dlvr.it/5Ydyhq

Jumat, 13 Desember 2013

AIR MATA RASULULLAH SAW.

Assalamu Alaikum Wr, Wb

Mari kita simak sebuah kisah yang sangat mengharukan... dan mungkin akan membuat kita menitikkan air mata....

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.

Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bagian demi bagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum --peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik alaaa Rosuulillah wa salim 'alaihi subhanallaaaah.... Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

lalu pengorbanan apa yang bisa kita berikan pada beliau?????

Keterangan Photo : PHOTO MAKAM RASULULLAH SAW.
 
Terima Kasih,
Wassalam, December 2013

Selasa, 03 Desember 2013

~ ANAK KU ~

December 2013

Sepi malam hampir terlelap
Seakan mati alam seketika
Merajut rindu yang inginku dekap
Setiap malam rinduku tersiksa

Bagai sembilu yang menguris didada
Semakin kencang degup jantung terasa
Ku tahan sebak dan airmata
Suratan takdir yang telah mengariskan_nya

Bagai kehilangan sebutir permata
Yang dulu kita miliki bersama
Mungkin kah akan kembali bersua
Anak anak ku yang tercinta

Rindu ini telah meraja,......anakku
Menjalar disekujur tubuhku
Meracun disetiap akal fikirku
Membusung didalam dadaku

Setulus kasihku untukmu
Segumpal rinduku yang membeku
Doaku selalu menyertaimu,....anakku
Inginku dekap walau dalam mimpi mimpiku.

Cerpen : AYAH...ENGKAU LEBIH BERHARGA DARI UANG ITU


Bismillahirrahmanirrahim …

Salah satu da’i berkata, “Ada seorang laki-laki memiliki hutang, dan pada suatu hari datanglah kepadanya pemilik hutang, kemudian mengetuk pintunya. Selanjutnya salah seorang putranya membukakan pintu untuknya. Dengan tiba-tiba, orang itu mendorong masuk tanpa salam dan penghormatan, lalu memegang kerah baju pemilik rumah
seraya berkata kepadanya, “Bertakwalah kepada Allah, bayar hutang-hutangmu, sungguh aku telah bersabar lebih dari seharusnya, kesabaranku sekarang telah habis, sekarang kamu lihat apa yang kulakukan terhadapmu hai laki-laki?!

Pada saat itulah sang anak ikut campur, sementara air mata mengalir dari kedua matanya saat dia melihat ayahandanya ada pada kondisi terhina seperti itu. Dia berkata,” Berapa hutang yang harus di bayar ayahku?’ Dia menjawab,”Tujuh puluh ribu real.”

Berkata sang anak,”Lepaskan ayahku, tenanglah, bergembiralah, semua akan beres.”

Lalu masuklah sang anak kekamarnya, dimana dia telah mengumpulkan sejumlah uang yang bernilai 27 ribu Real dari gajinya untuk hari pernikahan yang tengah ditunggunya. Akan tetapi dia lebih mementingkan ayahanda dan hutangnya daripada membiarkan uang itu di lemari pakaiannya.

Sang anak masuk ke ruangan lantas berkata kepada pemilik hutang, “Ini pembayaran dari hutang ayahku, nilainya 27 ribu Real, nanti akan datang rizki, dan akan kami lunasi sisanya segera dalam waktu dekat Insya Allah.”

Di saat itulah, sang ayah menangis dan meminta kepada lelaki itu untuk mengembalikan uang itu kepada putranya, karena ia membutuhkannya, dan dia tidak punya dosa dalam hal ini. Sang anak memaksa agar lelaki itu mengambil uangnya. Lalu melepas kepergian lelaki itu di pintu sambil meminta darinya agar tidak menagih ayahnya, dan hendaknya dia meminta sisa hutang itu kepadanya secara pribadi.

Kemudian sang anak mendatangi ayahnya, mencium keningnya seraya berkata, “Ayah, kedudukan ayah lebih besar dari uang itu, segala sesuatu akan diganti jika Allah azza wa jalla memanjangkan usia kita, dan menganugerahi kita dengan kesehatan dan ‘afiyah. Saya tidak tahan melihat kejadian tadi, seandainya saya memiliki segala tanggungan yang wajib ayah bayar, pastilah saya akan membayarkan kepadanya, dan saya tidak mau melihat ada air mata yang jatuh dari kedua mata ayah di atas jenggot ayah yang suci ini.”

Lantas sang ayah pun memeluk putranya, sembari sesegukan karena tangisan haru, menciumnya seraya berkata, “Mudah-mudahan Allah meridhai dan memberikan taufiq kepadamu wahai anakku, serta merealisasikan segala cita-citamu.”

Pada hari berikutnya, saat sang anak sedang asyik melaksanakan tugas pekerjaannya, salah seorang sahabatnya yang sudah lama tidak dilihatnya datang menziarahinya. Setelah mengucapkan salam dan bertanya tentang keadaannya, sahabat tadi bertanya, “Akhi (saudaraku), kemarin, salah seorang manajer perusahaan memintaku untuk mencarikan seorang laki-laki muslim, terpercaya lagi memiliki akhlak mulia yang juga memiliki kemampuan menjalankan usaha. Aku tidak menemukan seorang pun yang kukenal dengan kriteria-kriteria itu kecuali kamu. Maka apa pendapatmu jika kita pergi bersama untuk menemuinya sore ini?”

Maka berbinar-binarlah wajah sang anak dengan kebahagiaan, seraya berkata, “Mudah-mudahan ini adalah do’a ayah, Allah azza wa jalla telah mengabulkannya.” Maka dia pun banyak memuji Allah azza wa jalla.

Pada waktu pertemuan di sore harinya, tidaklah manajer tersebut melihat kecuali dia merasa tenang dan sangat percaya kepadanya, dan berkata, “Inilah laki-laki yang tengah kucari.”

Lalu dia bertanya kepada sang anak, “Berapa gajimu?”

Dia menjawab, “Mendekati 5 ribu Real.”

Dia berkata, “Pergi besok pagi, sampaikan surat pengunduran dirimu, gajimu 15 ribu Real, bonus 10% dari laba, dua kali gaji sebagai tempat dan mobil, dan enam bulan gaji akan di bayarkan untuk memperbaiki keadaanmu.”

Tidaklah pemuda itu mendengarnya, hingga dia menangis sambil berkata, “Bergembiralah wahai ayahku.”

Manajer pun bertanya kepadanya tentang sebab tangisannya.

Maka pemuda itu pun menceritakan apa yang telah terjadi dua hari sebelumnya. Maka manajer itu pun memerintahkan untuk melunasi hutang-hutang ayahnya.

Adalah hasil dari labanya pada tahun pertama, tidak kurang dari setengah milyar Real

Subhanallah .. Allahu Akbar !!

Berbakti kepada kedua orang tua adalah bagian dari ketaatan terbesar, dan bentuk taqarrub kepada Allah azza wa jalla yang teragung. Dengan berbakti kepada keduanya rahmat-rahmat akan diturunkan, segala kesukaran akan disingkapkan. Dan Allah azza wa jalla telah mengaitkan antara berbakti kepada kedua orang tua dengan tauhid, Allah azza wa jalla berfirman:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”
[QS. Al Israa’. 23]

Di dalam shahihahin, dari hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Amal mana yang paling dicintai oleh Allah?” Maka beliau menjawab, “Shalat pada waktunya.” Kukatakan lagi, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Berbakti kepada kedua orang tua.” Kukatakan, “Kemudian apa?” Beliau menjawab, “Kemudian jihad di jalan Allah.”
[HR.al Bukhari & Muslim]

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Akan datang atas kalian Uwais bin ‘Amir bersama dengan penduduk Yaman dari Murad kemudian dari Qorn. Dulu dia kena penyakit sopak, kemudian sembuh darinya kecuali selebar koin uang dirham. Dia punya seorang ibu yang dulu dia berbakti kepadanya. Seandainya dia bersumpah atas nama Allah, pastilah akan dipenuhiNya. Maka jika kamu mampu dia beristighfar untukmu, maka lakukanlah.”
[HR. Muslim]

Ini pula Hiwah bin Syuraih, dia adalah salah seorang Imam kaum muslimin dan ulama yang terkenal. Dia duduk pada halaqohnya mengajar manusia. Berbagai thalib (penuntut ilmu) datang kepadanya dari segenap tempat untuk mendengar darinya. Maka suatu ketika ibunya berkata kepadanya, saat dia berada di tengah-tengah muridnya, “Berdirilah wahai Hiwah, beri makan ayam.” Maka dia pun berdiri dan meninggalkan kajian.

Ketahuilah wahai saudaraku yang tercinta, bahwasanya termasuk pintu-pintu sorga adalah Babul Walid (Pintu berbakti kepada orang tua). Maka janganlah kehilangan pintu tersebut, bersungguh-sungguhlah dalam menaati kedua orang tuamu. Demi Allah, baktimu terhadap keduanya termasuk diantara sebab-sebab kebahagiaanmu di dunia akhirat. Aku memohon kepada Allah azza wa jalla agar memberikan taufik kepadaku dan seluruh kaum muslimin untuk berbakti kepada kedua orang tua dan berbuat baik kepada keduanya. Wallahu a`lam

Cerpen "SYAIR CINTA DALAM ISTIKHARAHKU''



“Syifa, Syifa kamu dimana nak?” terdengar suara Umi dari halaman depan memanggilku, ada apa ya?
“Tok Tok” ada yg mengetuk pintu kamarku,
“Ayo cepat kita sambut Para Da’i yg akan tinggal satu minggu disini untuk pelatihan dan membantu mengajar santri di tempat kamu kerja” suara Abi dari depan kamar
“Iya Abi” sahutku pelan
“Lo Kok suaramu gak semangat gitu?” Abi melanjutkan!
“Ini sedang siap siap Abi” sepertinya Abi tau kalau aku malas menyamb
ut mereka, sebenarnya bukan malas sih, tapi aku takut. Takut ga bisa mengontrol diri, dan pandangan ini harus kujaga juga dari mereka. Tapi yah mau bagaimana lagi. Mereka pelatihannya di tempat aku mengajar, nanti mereka juga akan bekerja denganku disana, mau ga mau harus kenal juga kan. Bismillah. Ya Allah semoga Hamba tidak menjadi fitnah bagi mereka nantinya selama kami bekerja sama.
Setelah berjalan beberapa meter sampailah kami di Sekolah tempat aku bekerja, mereka disambut di sana, Semua pihak yg berkaitan dengan MTs Negeri Al-Muttaqin datang menyambut mereka, tak terkecuali aku. Mereka datang berlima, ditemani Pembimbing mereka.
“Selamat datang di Sekolah kami, MTs Negeri Al-Muttaqin” Pak H. Saiful membuka percakapan sekaligus sambutan untuk mereka. Beliau adalah kepala sekolah disini. Selama beliau menyampaikan pembukaannya, aku hanya menunduk saja sambil mendengarkan beliau, karna aku ga tau harus bersikap seperti apa, memerhatikan wajah mereka satu persatu kan ga mungkin, mengobrol dengan akhwat yg lain? Juga ga mungkin, karna mereka juga menunduk dan hanya memperhatikan beliau.
“Saya persilahkan teman teman dari Pesantren Nurul Musthofa untuk memperkenalkan diri masing masing” Lanjut beliau setelah memberikan kata sambutan.
Merekapun memperkenalkan diri satu persatu dan mataku mengikuti setiap suara dari mereka dan aku menunduk lagi, dan tibalah giliran kami memperkenalkan diri.
Setelah perkenalan selesai, Kepala sekolah lagu menugaskan 5 orang staf sekolah untuk mendampingi mereka. Aku berdoa semoga namaku tidak disebut.
“Syifa, Kamu akan menemani Nabil bertugas selama seminggu ia berada disini” Ternyata, namaku yg disebut pertama kali.
“Iya Pak” Jawabku singkat.
Lalu beliau menugaskan staf yg lain untuk mendampingi yg lainnya.
“Teman teman dari Pesantren Nurul Musthofa akan tinggal di Aula Kantor Kepala Desa, sy sudah meminta izin, Alhamdulillah tidak ada kegiatan seminggu ke depan di Aula dan Beliau mengiyakan. Kami harapkan kehadiran teman teman disini bisa membimbing anak anak didik kami . Sekian dan terima kasih wassalamualaikum wr wb” Beliau menutup pertemuan ini.
Sekarang hari Pertama aku mendampingi Nabil bekerja, Semoga semuanya berjalan lancar. Aamiin ya Rabb. Bismillah!
“Abi, Umi, Syifa berangkat dulu” aku menghampiri Abi dan Umi yg sedang asik berkebun
‘Iya, Hati hati’ mereka menyahut bersamaan.
“Abi, lihat deh anak Abi kok beda ya hari ini, terlihat lebih cantik, rapih dan bersemangat” Umi menggoda Abi
‘Iya Umi, kan mau menemani seorang Da’I’ Abi menambahkan
“’Astaghfirullah, Umi, Abi. Saya kan biasa seperti ini setiap hari, jangan pada ngaco deh, udah mending Abi dan Umi lanjutin berkebunnya berduaan.. Assalamualaikum wr wb”’
Aku segera kabur, Ya Allah… punya orang tua usil banget sih. Tapi jadi kepikiran kata kata Umi, masa iya aku terlihat berbeda kali ini gara gara Nabil? Inikan dandanan ku setiap hari. Baju Gamis yg terlihat seperti daster lengkap dengan kaus tangan dan kaki, Jilbab besar, dan tanpa make up dan parfum. Apa iya?? Astaghfirullah, Ya Allah Ampuni Hamba… jauhkanlah pikiran semacam itu dari kepala hamba…
“Assalamualaikum” tiba tiba ucapan salam membuyarkan lamunanku di persimpangan jalan menuju sekolah.
“Waalaikumsalam” jawabku, ternyata Nabil
“Mau berangkat ke sekolah?” tanyanya lembut
“Iya Akhi” jawabku singkat sambil menunduk
“Kalau begitu saya duluan ya” ia melanjutkan seraya berlalu
Alhamdulillah, Kupikir ia akan mengajak jalan bersamaan.
Tak banyak komunikasi langsung yg terjalin, karena aku menghindari itu, sepertinya dia juga. Kami hanya berbicara seperlunya saja seputar kegiatan di Sekolah. Saya bahkan tidak menanyakan Umur atau No Hp-nya, seperti yg dilakukan staf lain dengan Da’I yg mereka bantu bahkan lebih jauh tentang latar belakang mereka.
Hari Kedua, Semoga Abi dan Umi ga Usil lagi gumamku!
“Abi, Umi. Syifa berang…kat” alangkah kagetnya aku menemukan Abi, Umi, dan Nabil sedang berbincang-bincang di taman belakang.
“Syifa, Buatkan The untuk Abi dan nak Nabil ya” Pinta Umi
“Iya Umi” aku beranjak ke dapur membuat teh, kenapa ya kok pagi pagi Nabil sudah disini? Gumamku heran.
“ Kami sedang mengobrol dengan nak Nabil. Dia kemari menanyakan seputar pengalaman Abi” Umi menjawab rasa penasaran yg terbaca jelas di wajahku, oh ternyata karna itu, kupikir ada apa pagi pagi sekali Nabil datang kerumah, memang sih Abi punya pengalaman yg banyak soal berdakwah.
“Saya berangkat ya, Assalamualaikum” aku buru buru menyela, Alhamdulillah, lolos!
“Syifa” Deg! Ya Allah kenapa Umi manggil lgi sih?
“Berangkatnya sama nak Nabil saja” Umi menyambung, Ya Allah… Kuatkan Hamba.. Ada apa sih dengan Umi? Abi? Hhh…
“Iya Umi” Langkahkupun terhenti di halaman depan menunggu Nabil muncul dari dalam rumah.
“Ayo berangkat” katanya mendahuluiku,
“Tunggu dulu, saya sedang menunggu seseorang” kelitku, semoga ada siswa yg lewat biar kami jalan bertiga. Alhamdulillah ada Faridh, anak kelas IX yg lewat di depan rumah. Buru buru aku memanggilnya dan mengajaknya berangkat bersama kami. Sepanjang perjalanan kami mengobrol seputar pengalaman masing masing dan kegiatan di sekolah. Rasanya sedikit tenang mengobrol dengannya karna ada Faridh, meskipun begitu entah kenapa hati dan pikiran ini berkecamuk ingin menanyakan banyak hal kepada Nabil, tpi aku berusaha mengontrol diri dengan berdzikir.
Sama seperti kemarin kemarin, kami hanya berkomunikasi seperlunya saja. Menemaninya mengajar, memenuhi kebutuhan sekolah yg ia perlukan, membantunya jika kesulitan berkomunikasi dengan siswa. Tapi dia cepat akrab rupanya dengan lingkungan termasuk para siswa. Caranya mengjarpun luar biasa, tak pernah kulihat siswa seaktif ini dan cepat sekali memamhami materi yg disampaikan, meskipun aku hanya staf biasa, tapi aku juga sering mengamati gerka gerik siswa disini ketika mengantar keperluan guru ke kelas.
Keesokan harinya, Nabil datang lagi kerumah membawa dua orang siswi. Umi memintaku menemani Rani dan Farah sementara mereka mengobrol. Entah apa yg mereka obrolkan. Begitu mereka selesai kami berangkat bersamaan lagi. Seperti biasa tak banyak yg kami bicarakan, sesekali kulihat wajahnya ketika kami terdiam, Subhanallah, ternyata dri mulutnya terlihat jelas dia mengucapkan Lafazd Dzikir. Aku buru buru berpaling dan beristighfar… Ya Allah Kuatkan Hamba!
Entah mengapa aku semakin asik memandanginya mengajar, Ya Rabbi… sesekali kami dan staf beserta Da’I yg lain ke kantin bersama, hanya saja, tidak bercampur, akhwat dengan akhwat dan sebaliknya..
Hari ini dia mendapat tugas tambahan memberikan materi tambahan kepada siswa kelas IX, mau tidak mau aku harus menemaninya… perasaanku aneh dan aku tidak tau harus bersikap senang, sedih, biasa, atau takut? Sepertinya aku harus bersikap takut, takut kepada Allah…
Setelah jam usai;
“Terima kasih, maaf sudah menyita waktu dan merepotkan” katanya ketika kami melangkah keluar dari kelas
‘Tak apa, ini sudah tugas saya’ jawabku pelan
“Dan Maaf, Aku tidak bisa ikut mengantar, biar mereka yg mengantarmu, kurasa itu lebih baik” katanya lagi seraya menunjuk Rani dan Fara.
‘Ya, tidak apa apa, terima kasih, Assalamualaikum, yuk Rani, Farah’ balasku seraya menggandeng tangan mereka, setidaknya aku bisa lega, bisa tidak berada didekatnya, tapi kenapa dengan Rani dan Farah lagi? Apakah mereka sudah seakrab itu? Wallahu a’lam.
Hari inipun Nabil datang, bahkan ia datang disore hari sejak kemarin. Apa tidak ada kegiatannya di Aula sehingga Nabil rutin sekali berkunjung? Apa yg Abi dan Umi obrolkan dengannya? Kenapa mereka terlihat semakin dan sangat akrab? Masa iya selalu menanyakan pengalaman Abi setiap hari kesini? Sampe bela belain ikut berkebun juga? Atau mungkin..??? jangan jangan…?? Dan segudang pertanyaan dan terkaan mencuat dari kepalaku, Lekas lekas aku beristighfar… Ya Allah jauhkan Hamba dari berburuk sangka.
Matahari sudah mempakkan mega meganya, Nabil pun bersalaman dan pamit.
“Syifa, Antar Nabil kedepan” Pinta Umi
Lagi! Untungnya cuma sampai depan. Tapi ini kesempatan buatku untuk bertanya, tidak! Sanggupkah aku? Tidakkah itu Lancang? Ya Allah… Sejenak otakku bekerja begitu cepat sampai terasa panas dan…
“Akhi, bo.. boleh bertanya seuatu?” aku bertanya terbata
‘Ya, Silahkan’
“Maaf Sebelumnya, mungkin ini tidak layak saya tanyakan karena terkesan ikut campur. Tapi sy benar benar penasaran. Sebenarnya apa yg akhi bicarakan dengan Abi dan Umi?”
‘Aah, saya kira mau bertanya apa dengan muka tegang begitu’ jawabnya dengan senyum simpul, aku lekas menunduk, sepertinya Syaitan sudah bermain main karna entah kenapa ia terlihat… Subhanallah… Astaghfirullah… aku tak layak melanjutkannya, sesungguhnya Pujian hanya untuk-Mu ya Rabb…
‘sy bertanya tentang pengalaman Abi dan Umi, begitupun sebaliknya Ani dan Umi bertanya tentang pengalaman sy’ jawabnya singkat
“Itu saja” Sambungku cepat penuh ingin tau, Maafkan Hamba ya Rabb…
‘Tentu saja kami mebicarakan keadaan sekolah, desa, dan kegiatan kegiatan yg ada sebelum saya datang’
“Terus?” dengan cepat kulanjutkan sebelum ia berlalu
‘Terus… yaah itu saja, saya pamit Assalamualaikum’
“Waalaikumsalam” jawabannya yg terakhir jelas seperti ada yg disembunyikan. Terlihat jelas dari raut wajah dan senyum yg dipaksakan. Apa aku tanya Abi atau Umi? Aaah sebaiknya tidak usah, tidak baik akhwat membicarakan ikhwan dihadapan orang tua, apalagi Umi kan suka ngasi ngasi ‘Bumbu’ … tapi aku penasaran sekali… akhirnya kuputuskan mengubur rasa penasaranku dan memilih diam.
Setelah Sholat ‘Isya aku mengerjakan tugas sekolah, makan malam, lalu bersiap untuk tidur. Tiba tiba saja aku memikirkan Nabil. Jujur, dia sosok laki laki Sholeh dimataku, laki laki yg diidamkan oleh wanita sholehah. Meskipun tingkahnya misterius dan agak aneh. Tapi kekagumanku padanya terus bertambah setiap hari… Seandainya saja.. Hmmm… Ya Rabbi… Astaghfirullah, lekas ku buyarkan angan angan itu, aku beranjak dari lamunanku dan mengambil air wudhu, lalu sholat dua rekaat dan tidur.
Astaghfirullah… Mimpi apa aku barusan? Menikah dengan Nabil? Tanpa berlama lama aku langsung mengambil air wudhu dan Sholat Tahajjud, kutenangkan hati dan pikiran dengan Dzikir dan Membaca Quran, setelah itu aku berdoa;
“Ya Allah, jangan kau biarkan hamba mencintai seseorang melebihi rasa cinta hamba kepada-Mu. Jika tiba saatnya hamba merasakan cinta, maka cintakanlah hamba dengan seseorang yg mencintai-Mu melebihi apapun. Agar ia dapat membimbingku semakin dekat dengan cinta-Mu. Engkaulah satu satunya pemilik cinta yg Hakiki, Ya Allah Jauhkanlah hamba dari tipu daya Syaitan yg samar tapi nyata menjerumuskan manusia dengan memperindah maksiat”
Entah mengapa aku berdoa begini? Apakah karena mimpi barusan? Atau karena aku masih meikirkan Nabil? Atau karena perasaan kagumku yg salah kuartikan? Entahlah, aku berdoa semoga syaitan tidak ikut andil dalam hal ini…
Hari kelima, Nabil tidak datang kerumah paginya, aku juga tidak bertemu dengannya di sekolah, padahal teman temannya yg lain datang. Sorenya dia juga tak datang kerumah. Ada apa? Lagi lagi aku dibuat bingung, tapi untuk apa aku bingung? Kenapa harus memikirkannya? Sudahlah!
Malamnya aku terbangun lagi, dengan mimpi yg sama, menikah dengan Nabil. Ada apa ini ya Allah… Tanpa pikir panjang kusucikan diri dan kugelar sajadahku, akupun hanyut dalam dzikir dan tasbih.
Hari Keenam, dia tak datang kerumah maupun kesekolah. Aku jadi sering memikirkannya, melamun sedikit saja pasti langsung memikirkannya. Di sekolah aku berusaha mencari kesibukan setelah semua tugasku selesai agar tidak melamun. Tapi semua sudah beres, benar benar tidak ada pekerjaan. Akhirnya kuajak salah seorang staf untuk menemaniku sekedar ngobrol dikantin, dan aku keceplosan bertanya soal Nabil yg tak pernah kelihatan dua hari belakngan ini.
“Iya sedang sibuk di pesantren menggembleng santri baru dan mengurus surat surat dan syarat syarat yg dibutuhkan nantinya” jawabnya singkat, oh ternyata, kukira ada apa, perasaanku entah kenapa lega mendengar semua ini,
“Oya, besok perpisahan, jangan lupa datang ya” Temanku melanjutkan.
Deg! Deg! Kenapa aku merasa aneh mendengar kalimat ini, seperti tidak mau, tidak siap, dan seketika aku sedih… ya Rabbi… kuatkan hamba, jauhkan hamba dari godaan syaitan yg suka mempermainkan hati manusia dengan bisikian bisikannya yg menjerumuskan…
Aku pulang dengan wajah tidak semangat…
“Kamu kenapa” sapa Abi,
‘Capek’ jawabku malas
“’Nabil kok gak kelihatan? Dia kemana aja?”’ susul Umi dari belakang dengan khawatir seolah olah Nabil adalah anggotak keluarga ini yg dikhawatirkan karna tidak muncul 2 hari saja…
Aku menjelaskan kepada Abi dan Umi apa yg kuketahui, dan mereka langsung terlihat lega.
Aneh. Benar benar aneh. Semenjak Nabil datang, Abi dan Umi jadi aneh, bahkan aku juga jadi aneh, dasar penular virus ‘aneh’ keluhku.
Malamnya aku tak lupa bersujud menenangkan diri, berdzikir menghilangkan pikiran tentang Nabil yg terus menghantuiku. Dan sepertinya itu tidak berhasil!
Aku bermimpi menikah dengan Nabil lagi. Lekas ku berdzikir sekuat hati, mengambil air wudhu, shalat tahajjud dan istikharah. Entah darimana datangnya air mata ini tiba tiba mengucur ketika memikirkan perpisahan dengan Nabil, Ya Allah.. aku terus berdzikir sambil berdoa agar Allah mengusir jauh jauh syiatan yg akan memprkeruh suasana hatiku.. tapi tidak bisa, tetap saja aku semakin sedih dan gundah, setelah kuputusakan membaca Al Quran, aku merasa tenang, berangsur rasa damai menyelusup dalam hati.. Ya Rabb, Sungguh Al Quran adalah obat hati yg paling mujarab…
Sesaat aku termenung dan mengingat kata ustadzahku dulu,
“Ketika Akhwat jatuh Cinta, hendaknya ia banyak mengingat Allah dan berdoa dihindarkan dari godaan syaitan yg terkutuk, Perbanyak Ibadah dan kegiatan positif untuk menyibukkan diri, jika perasaan itu terlalu kuat, mintalah petunjuk kepada Allah, gelar sajadah dan dirikan istikharah. lalu tulislah ungkapan perasaan pada secarik kertas, saat menulis luapkan semuanya disana, emosi, perasaan dan pikiran. Dan jangan melupakan Allah pada tulisan itu”
Semuanya sudah kulakukan, hanya satu yg belum, menulis perasaanku pada secarik kertas..
~~**~~“Syair Cinta Dalam Istikharahku”~~**~~
Ya Allah, buanglah perasaan hamba dari Nabil jika ia bukan calon imamku, aku ingin perasaan cintaku hanya untuk imamku, aku ingin menjaga perasaan ini untuknya, perassan manusiawi yg secuil ini, perasaan manusiawi yg Kau jadikan fitrah untuk setiap insan, aku ingin menjaga perasaan ini agar tetap suci dan hanya untuk calon imamku saja.
ya Rabbi, dilubuk hatiku, aku berharap dia menjadi imamku, tapi jika kehendakMu lain, maka kumohon segera lenyapkan perasaan ini, aku tidak mau memiliki rasa cinta yg salah sasaran , jangan sampai perasaan ini berlabuh pada bukan dermaganya, jangan sampai hamba teriris pada akhirnya ketika ia mengkhitbah wanita lain.
Ya Rabbi, Cintakanlah Hamba pada orang yg Mencintaimu melebihi Apapun, orang yg dapat membimbing hamba menuju Ridho dan cintaMu yg Hakiki
Aamiin ya Rabb!
~~**~~**~~**~~
Paginya, aku buru buru berangkat ke sekolah tanpa sempat merapihkan tempatku menulis semalam, semoga saja aku tidak terlambat,
“Abi , Umi, saya berangkat dulu”
‘Abimu sudah pergi ke Sekolah’ Umi Menyahut,
“Apa? Sekolah?” Aku kaget, kenapa Abi sudah disekolah sepagi ini?
‘Kenapa buru buru begitu?’ Umi bertanya
“Ada perpisahan dengan para Da’I Umi”
‘Iya, Umi tau… ehmm bertemu untuk terakhir kalinya dengan Nabil ya?’ Umi mulai mengusiliku,
“Umi, ini bukan waktunya becanda” aku sedikit kesal
‘weleh weleh, ga biasanya kamu langsung cemberut, sudah bantu Umi angkat bunga dan pot yg ada didepan, Abahmu pergi ga ada yg bantuin’
“Tapi Umi,,”
‘kamu tega ninggalin umi?’ Tampang Umi memelas tapi memaksa,,hhhh
“Iya iya ,, Syifa bantuin” ketusku
‘Yg ikhlas lo ya’ Umi menegerku
Astaghfirullah, Maafkan dosa hamba yg sudah bertabiat kurang baik dengan Umi, aku langsung mencium lutut Umi dan meminta maaf, lekas kuselesaikan tugas dari Umi dan berangkat.
Semoga masih keburu Ya Allah…
Sampai disekolah jam 10, sepi, lengang, seperti tak pernah ada acara apapun, Alhamdulillah, belum dimulai, pikirku… tapi aneh, kok Abi tak terlihat ada disini?
Lalu aku bertanya pada seorang staf yg ada disana,
“Acaranya sudah selesai” jawabnya!
Ha? Aku merasa kecewa, sangat kecewa, sedih, mataku hampir saja tak sanggup membendung air yg hendak keluar… aku berusaha menegarkan diri, La Hawla wa laa quwwata illa billahil’aliyyil ‘Adzim, sepanjang perjalan aku hanya berdzikir menenangkan diri. Abi satu satunya harapanku, setidaknya aku bisa mendengar kabar Nabil dari Abi. Deg! Astaghfirullah, kamar belum kubereskan, biasanya Umi yg memebreskannya kalau aku lupa dan buru buru. Sekejap saja tubuhku lemas membayangkan kertast itu bila ditemukan Umi dan diberikan pada Abi… kupercepat langkahku, beberapa kali tersandung dan hampir terjatuh, aku sudah tidak memikirkan Nabil lagi, aku sudah mengikhlaskannya, sudah ku kubur bersama kertas itu, tapi kertas itu!
“Assalamualaikum, aku pulang” suaraku terengah engah dan tergopoh gopoh menuju kamar.
Tidak Ada! Kamarku sudah rapih, kakiku serasa lumpuh, aku harus bagaimana? Kukumpulkan sisa sisa tenaga dan keberanian untuk bertanya pada Umi, begitu keluar mereka duduk dengan serius di ruang keluarga, tanpa pikir panjang akupun duduk berhadapan dengan mereka! Karna aku tau itu juga yg mereka inginkan! Apakah aku kan dihakimi?
“Kamu pasti mencari ini kan?” Abi mengangkat secarik kertas yg membuatku kehabisan tenaga memikirkannya, ternyata sudah ditangan Abi.
‘Maaf Abi’ aku tertunduk menangis,
“Kenapa minta maaf?” Umi bertanya,
“Sekarang lekas buka laci yg ada di kamarmu” tambah umi,
Ada apa disana, kulangkahkan kaki dengan berat, rasanya seperti… menyeret beban yg sangat berat…
Kubuka laci, dan aku menemukan sebuah amplop, kubuka perlahan dan kubaca isinya

~~**~~“Syair Cinta Dalam Istikharahku”~~**~~
Memandangi Wajahmu Mengundang Keindahan
Berbicara Denganmu Mengundang Kegembiraan
Mendengar Ceritamu Mengundang Kesenangan
Menelusuri Pribadimu Mengundang Ketakjuban

Tapi Cinta, Izinkan Aku Menunduk

Aku Takut Buta Jika Terlalu Lama Memandangmu
Aku Takut Bisu Jika Terlalu Lama Berbicara Denganmu
Aku Takut Tuli Jika Terbuai Indahnya Ceritamu
Aku Takut Tersesat Jika Berlebihan Mengagumimu

Aku Tau Kau Adalah Perhiasan Untukku
Aku Tau Kau Adalah Pelengkap Ragaku
Aku Tau Kau Adalah Rahmat Untukku
Dan Aku Tau Kau Adalah Penyempurna Agamaku

Tapi Cinta, Izinkan Aku Menunduk

Aku Tidak Mau Merusak Perhiasanku, Bagian Ragaku, Rahmat Untukku, dan Terlebih Penyempurna Agamaku Jika Aku Tidak Menunduk!

Cinta, Bersabarlah Sampai Saatnya Tiba

Saat Kau Halal Untuk Kupandangi
Saat Berbicara Denganmu Menjadi Hikmah
Saat Mendengarmu Menjadi Tausyiah
Saat Mengagumimu Menjadi Tasykur Ilallah

Cinta, Bersabarlah Sampai Saatnya Tiba

Saat Kau Halal Menjadi Perhiasanku, Bagian Ragaku, Rahmat Untukku, dan Penyempurna Agamaku

Cinta, Bersabarlah Sampai Saatnya Tiba

Saat Aku dan Kamu Mengarungi Jembatan Hidup Ini Dengan Ridha Ilahi Menuju Tempat Keabadian yg Terindah! Ilaa Jannatullaah!

Muhammad Nabil
~~**~~**~~**~~
Bahagia yg sangat membuncah tak terkira melihat nama Nabil di akhir bait Syair Cinta ini, tangisku berderai, terluapkan begitu saja tak terbendung.
“Boleh Umi dan Abi masuk?” Kata Umi dari luar kamar memecah tangisku, segera kuseka pipiku,
“I.. I iya umi, “ jawabku sesenggukan
“Ini Suratmu,” Abi menyodorkannya begitu saja
“Tiga hari lagi, Nabil akan datang melamarmu bersama orang tuanya, apakah kamu akan menerimanya?”
‘Tentu saja Abi, emangnya Abi ga baca puisi cintanya Syifa untuk Nabil?’ Umi memulai lagi,
Tapi kali ini aku senang mendengar keusilan Umi, Bahagiaku semakin terasa ketika Abi bertanya demikian.. Tapi Aku masih tidak percaya akan dilamar Nabil, kami tak pernah membicarakan keperibadian masing masing, kenapa? Jangan jangan benar? Rutinnya Nabil kesini adalah untuk Ta’arruf? Aku masih membisu, tak bisa berkata kata.
“A.. apakah Abi dan Umi merestui?” Tanyaku penuh harap..
“Tentu saja” Senyum Abi dan Umi mengembang… Ya Allah… Aku langsung sujud syukur… Terima kasih ya Allah… Alhamdulillah… tangisku pecah lagi dalam sujudku… lalu aku berdiri dengan lututku, mencium lutut mereka berdua… aku bangkit dari lututku dan kupeluk mereka erat dan berkata dengan terisak
“I Iya, Syifa a akan me menerima lama rannya, ter ima ka kasih Umi Aabi”
Kedua pundakku bergetar dan terasa basah, Abi dan Umi menangis juga…
“Lo kok Abi dan Umi menangis juga” kataku sambil menyeka air mata mereka,
“Kami Bahagia, Semoga Nabil adalah Imam yg tepat yg Allah kirimkan untukmu” Abi dan Umi bersamaan mendoakan..

Aamiin … Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin …